Kamis, 27 Maret 2014

Pembunuhan Ade Sara (studi kasus)

Hai temen-temen, kali ini aku mau posting tentang kasus Ade Sara. Masih tugas kampus :D
Ahmad Imam al Hafitd dan Assyifa Ramadhani mengaku tidak berniat membunuh Ade Sara Angelina Suroto. Niat awal mereka ialah menculik mahasiswa Universitas Bunda Mulia itu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengungkapkan, pengakuan itu disampaikan kedua tersangka kepada penyidik Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya (Subdit Jatantras Ditreskrimum Polda Metro Jaya).

"Kedua pelaku mengatakan awalnya berniat menculik korban," kata Rikwanto, Senin (17/3/2014).

Namun, keduanya kemudian menganiaya Ade Sara di dalam mobil hingga mengakibatkan korban meninggal.

"Pelaku mengetahui korban meninggal setelah memegang dada Ade Sara dan sudah tidak berdenyut jantungnya," papar Rikwanto.

Dalam skenario penculikan korban itu, Rikwanto berujar, Hafitd merupakan penggagas utama kejadian. Hafitd mengaku kesal lantaran Ade Sara, yang merupakan mantan pacarnya itu, enggan berhubungan lagi dengannya.

Menurut Rikwanto, dalam kasus pembunuhan Ade Sara ini, barang bukti maupun keterangan saksi sudah mencukupi. Penanganan selanjutnya adalah rekonstruksi yang dijadwalkan dilakukan pekan depan.

"Belum tahu jadwalnya kapan, yang jelas pekan depan. Rekonstruksi kejadian dari mulai Ade Sara menemui pelaku di Gondangdia sampai dia menjadi korban pembunuhan dan dibuang di Tol Bintara," kata Rikwanto.

Sambil melakukan rekonstruksi, lanjut Rikwanto, nantinya akan dilakukan koordinasi dengan pihak kejaksaan bilamana terjadi penambahan pasal yang dikenakan kepada pelaku.

Sampai saat ini, pelaku baru dikenakan Pasal 338 dan 340 tentang pembunuhan dan pembunuhan berencana serta Pasal 353 Ayat 3 tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Sanksi terhadap pelaku maksimal adalah kurungan seumur hidup atau dihukum mati.

Seperti diberitakan, Hafitd dan Assyifa menganiaya dan membunuh Ade Sara, kemudian mereka membuang jenazah Ade Sara ke pinggir tol Bekasi.

 emosi adalah perasaan yang dapat melibatkan rangsangan fisiologis, pengalaman sadar, dan ekspresi perilaku.
emosi terbagi menjadi 2, yaitu emosi positif dan emosi negatif.

Hafitd dan syifa itu sedang mengalami emosi negatif dan mereka tidak bisa mengontrol emosi mereka, sehingga merugikan orang lain.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2014/03/17/1726323/Pembunuhan.Ade.Sara.Berawal.dari.Niat.Menculik

Kamis, 20 Maret 2014

Strukturalisme dan Fungsionalisme



Haloo, kali ini saya akan memposting tentang strukturalisme dan fungsionalisme. Posting kali ini masih sehubungan dengan tugas kampus :D
Strukturalisme itu melihat banyak hal sebagai upaya untuk menggambarkan semua bentuk ekspresi budaya sebagai sistem tanda, dapat dimengerti bahwa gerakan hanya mungkin didasarkan pada ilmu bahasa.
Salah satu tokoh dari strukturalisme adalah Wilhelm Wundt

Wundt lahir di Neckarau pada tanggal 18 Agustus 1832 dan meninggal di Leipizig 31 Agustus 1920. Beliau dikenal sebagai seorang sosiolog, filsuf dan ahli hukum. Beliau mendapatkan pendidikan di Heidelberg, Tubingen dan Berlin.
Wundt mengemukakan tiga persoalan yang harus dibahas dalam psikologi yang berdiri sendiri yaitu :
1.        Analisa dari proses kesadaran kedalam elemen-elemen
2.       Penyelidikan mengenai bagaimana terjadinya hubungan-hubungan antara elemen-elemen itu
3.       Penentuan hokum-hukum yang mengatur hubungan-hubungan trsebut.

Fungsionalisme adalah aliran psikologi yang tumbuh di Amerika Serikat dan yang dipelopori oleh William James, yang sering juga disebut “Bapak Psikologi Amerika”. Minat aliran ini adalah apa yang terjadi dalam sebuah aktivitas psikologi dan apa yang menjadi tujuan dari aktivitas itu.
Aliran ini hendak mempelajari fungsi dari tingkah laku atau proses mental, jadi bukan hanya mempelajari struukturnya. Metode yang dipakai dalam arilan fungsionalisme dikenal dengan nama metode observasi tingkah laku yang terdiri dari dua, yaitu metode fisiologi dan metode variasi kondisi.




 William James lahir tanggal 1 November 1842 di New York City, dan meninggal pada tanggal 16 Agustus 1910 di Mount Chocura, New Hampshire, Amerika Serikat. Pada 1861 ia masuk Universitas Harvard, ia mempelajari ilmu kimia, anatomi perbandingan, biologi dan faal.
Bersama-sama dengan John Dewey, James mendirikan aliran fungsionalisme dan bersamaan dengan itu James jugamerupakan pendukung aliran evolusionisme.
Teori emosi yang dikemukan opleh James  adalah sebuah teori yang menjelaskan hubungan atara perubahan fisiologis dengan keadaan emosional.
Diantara sumbangannya kepada psikologi, teori James tentang kesadaran dan konsep diri (self). James membedakan dua aspek yang berbeda tapi tidak terpisahkan yaitu “aku” (I) dan “aku sosial” (social me). “aku” adalah diri sebagai yang mengetahui sesuatu, “aku social” adalah diri sebagai sesuatu yang diketahui secara material, social maupun spiritual.

Sumber : 

Sarwono, Sarlito W. (2008) Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh psikologi. Jakarta. PT BULAN BINTANG




Minggu, 16 Maret 2014

Psikologi di Indonesia tahun 1960'an



Hai teman-teman saya mau posting lagi tentang psikologi di Indonesia pada tahun 1960’an, masih tugas dari kampus hehee
Kelahiran psikologi di Indonesia menjadi awal dari keberadaan psikologi sosial di Indonesia. Diawali dengan munculnya bagian psikologi sosial di fakultas psikologi di Universitas Indonesia pada tahun 1967. Kelahirannya di Indonesia bersamaan dengan masa-masa berkembangnya psikologi sosial di dunia. Selanjutnya, ditahun yang sama, fakultas psikologi Universitas Indonesia mengembangkan bagian psikologi sosial yang kemudian menghasilkan para peneliti-peneliti awal psikologi sosial di Indonesia.
Psikologi social merupakan perkembangan ilmu pengetahuan yang baru dan merupakan cabang dari ilmu pengetahuan psikologi pada umumnya. Ilmu tersebut menguraikan tentang kegiatan-kegiatan manusia dalam hubungannya dengan situasi-situasi sosial. Dari berbagai pendapat tokoh-tokoh tentang pengertian psikologi social dapat disimpulkan bahwa psikologi sosial adalah suatu studi ilmiah tentang pengalaman dan tingkah laku individu-individu dalam hubungannya dengan situasi sosial.
Pada tahun 1950 dan 1960 psikologi sosial tumbuh secara aktif dan program gelar dalam psikologi dimulai disebagaian besar universitas . Dasar mempelajari psikologi sosial berdasarkan potensi –potensi manusia, dimana potensi ini mengalami proses perkembangan setelah individu itu hidup dalam lingkungan masyarakat. Potensi-potensi tersebut antara lain:
  1. kemampuan menggunakan bahasa 
  2. adanya sikap etik 
  3. hidup dalam 3 dimensi (dulu, sekarang, akan datang )
http://pelangikehidupan12.blogspot.com/2011/10/sejarah-dan-defenisi-psikologi-sosial.html

SEJARAH TOKOH PSIKOLOGI TAHUN 1950an DI INDONESIA



Haii nama saya Siti Syarah Antika biasa di panggil Syarah.  Saya kuliah di UNIVERSITAS BINA NUSANTARA jurusan Psikolog semester 2. Saya mau posting tentang Sejarah tokoh Psikologi di Indonesia yang sebenarnya tugas dari kampus hehehe :D
Profesor emeritus Fakultas Psikologi UI beliau meninggal dalam usia 97 tahun, Selasa 9 November 2004 dini hari pukul 00.30, Psikiater kelahiran Wonosobo, Jawa Tengah, 7 September 1907. Beliau tidak saja perintis dan pendiri Fakultas Psikologi Universitas Indonesia tetapi juga perintis studi psikologi di Indonesia. Patutlah dia digelari Bapak Psikologi Indonesia.
Motivasi mantan Direktur Rumah Sakit Jiwa Gloegoer, Medan (1937-1938), ini merintis dan mendirikan fakultas psikologi, karena sebagai psikiater menemukan banyak masalah yang tidak bisa dipecahkan oleh psikiater. Dalam bidang profesi kedokteran, dia menerima penghargaan Wahidin Sodiro Hoesodo dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada tahun 1989.
Menurut Conny Semiawan, mantan rektor IKIP Jakarta yang juga murid dan sempat menjadi asisten Slamet Iman dalam menguji mahasiswa, Slamet adalah tokoh pendidikan yang berani.
Dia adalah orang pertama mengusulkan perlunya satu standar bagi semua jenjang pendidikan di Indonesia. Usul yang dia lontarkan sepanjang tahun 1979-1981 ini membuat heboh dunia pendidikan. Dia juga orang yang mengkritik keras minimnya gaji guru yang dia sebut dapat merusak dunia pendidikan. Dia membandingkan gaji guru jaman Belanda yang dua kali lipat daripada gaji dokter. Sehingga guru tak perlu mencari tambahan dan dunia pendidikan tidak dicampurbaurkan dengan bisnis.Dia juga mempunyai andil besar dalam merintis program penerimaan mahasiswa melalui UMPTN.
Beliau juga penulis terkemuka. Dia sering menulis kolom di berbagai media dan juga menulis buku. Di antara bukunya yang terkenal adalah Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Sinar Hudaya, Jakarta (1977).
Ayahnya seorang Asisten Wedana Banjaran. Di bawah pengasuhan ayahnya, Slamet menikmati masa kecilnya dengan penanaman nilai-nilai keramahan, saling tolong-menolong dan gotong-royong. Masa kecil dan remajanya diisi dengan mengecap pendidikan pada jaman kolonial Belanda di Magelang, mulai dari Europeesche Lagere School (ELS), Hollandsch Inlandsche School (HIS (1912-1920) dan Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO (1920-1923). Kemudian melanjut ke MAS-B, Yogyakarta (1923-1926); Indische Arts, Stovia (1926-1932); dan Geneeskunde School of Arts, Batavia Sentrum (1932-1934).Dia pun terkesan sangat mengagungkan pendidikan masa kolonial Belanda itu. Walaupun dia menyadari kondisi pendidikan ketika itu sangat berbeda disbanding setelah Indonesia merdeka. Dia mengenang, pada zamannya bersekolah dulu, sangat diasakan betapa guru sangat begitu memperhatikan murid dan bersatu dengan orang tua murid. Hal yang sudah jarang terjadi saat ini.
Masuknya Jepang, menurutnya, memberi andil atas awut-awutannya pendidikan di negeri ini. Terasa sekali suasana pendidikan zaman Belanda yang terkesan akrabnya hubungan orang tua-murid-guru, tiba-tiba hilang lenyap, diganti dengan jaman pendidikan Jepang yang mulai awut-awutan. Ironisnya, kondisi ini terus berlangsung sampai sekarang. Dia memberi beberapa bukti. Di antaranya, sekarang ada guru yang mengasih tahu bahan ujian yang akan diuji kepada murid.AbumawasProfesor emeritus Fakultas Psikologi UI ini juga dikenal sebagi tokoh yang jahil dan sering dinilai aneh. Dia sendiri mengibaratkan diri sebagai Abunawas. Karena, menurutnya, Abunawas itu tokoh penuh akal. Jiwa Abunawas itu pun banyak menyemangati hidupnya.Dalam buku, Apa dan Siapa Sejumlah Orang Indonesia 1985-1986, diceritakan sekali waktu dia melihat mobil seorang pejabat UI diparkir salah dengan posisi miring di halaman kampus UI. Ia mengambil kertas dan menulisnya dengan spidol: “Barangsiapa yang parkir mobil miring, otaknya juga miring”.
Sumber : http://www.tokohindonesia.com