Haloo, kali ini saya akan memposting tentang strukturalisme dan fungsionalisme. Posting kali ini masih sehubungan dengan tugas kampus :D
Strukturalisme itu melihat banyak hal sebagai upaya untuk menggambarkan semua bentuk ekspresi budaya sebagai sistem tanda, dapat dimengerti bahwa gerakan hanya mungkin didasarkan pada ilmu bahasa.
Salah satu tokoh dari
strukturalisme adalah Wilhelm Wundt
Wundt lahir di Neckarau
pada tanggal 18 Agustus 1832 dan meninggal di Leipizig 31 Agustus 1920. Beliau dikenal
sebagai seorang sosiolog, filsuf dan ahli hukum. Beliau mendapatkan pendidikan
di Heidelberg, Tubingen dan Berlin.
Wundt mengemukakan tiga
persoalan yang harus dibahas dalam psikologi yang berdiri sendiri yaitu :
1.
Analisa dari proses
kesadaran kedalam elemen-elemen
2.
Penyelidikan mengenai
bagaimana terjadinya hubungan-hubungan antara elemen-elemen itu
3.
Penentuan hokum-hukum
yang mengatur hubungan-hubungan trsebut.
Fungsionalisme adalah aliran psikologi
yang tumbuh di Amerika Serikat dan yang dipelopori oleh William James, yang
sering juga disebut “Bapak Psikologi Amerika”. Minat aliran ini adalah apa yang
terjadi dalam sebuah aktivitas psikologi dan apa yang menjadi tujuan dari
aktivitas itu.
Aliran ini hendak mempelajari fungsi
dari tingkah laku atau proses mental, jadi bukan hanya mempelajari
struukturnya. Metode yang dipakai dalam arilan fungsionalisme dikenal dengan
nama metode observasi tingkah laku yang terdiri dari dua, yaitu metode
fisiologi dan metode variasi kondisi.
William James lahir
tanggal 1 November 1842 di New York City, dan meninggal pada tanggal 16 Agustus
1910 di Mount Chocura, New Hampshire, Amerika Serikat. Pada 1861 ia masuk
Universitas Harvard, ia mempelajari ilmu kimia, anatomi perbandingan, biologi
dan faal.
Bersama-sama dengan John Dewey, James mendirikan aliran
fungsionalisme dan bersamaan dengan itu James jugamerupakan pendukung aliran
evolusionisme.
Teori emosi yang dikemukan opleh James adalah sebuah teori yang menjelaskan hubungan
atara perubahan fisiologis dengan keadaan emosional.
Diantara sumbangannya kepada psikologi, teori James tentang
kesadaran dan konsep diri (self). James membedakan dua aspek yang berbeda tapi
tidak terpisahkan yaitu “aku” (I) dan “aku sosial” (social me). “aku” adalah
diri sebagai yang mengetahui sesuatu, “aku social” adalah diri sebagai sesuatu
yang diketahui secara material, social maupun spiritual.
Sumber :
Sarwono, Sarlito W. (2008) Berkenalan dengan aliran-aliran
dan tokoh-tokoh psikologi. Jakarta. PT BULAN BINTANG


Tidak ada komentar:
Posting Komentar