Kamis, 20 Maret 2014

Strukturalisme dan Fungsionalisme



Haloo, kali ini saya akan memposting tentang strukturalisme dan fungsionalisme. Posting kali ini masih sehubungan dengan tugas kampus :D
Strukturalisme itu melihat banyak hal sebagai upaya untuk menggambarkan semua bentuk ekspresi budaya sebagai sistem tanda, dapat dimengerti bahwa gerakan hanya mungkin didasarkan pada ilmu bahasa.
Salah satu tokoh dari strukturalisme adalah Wilhelm Wundt

Wundt lahir di Neckarau pada tanggal 18 Agustus 1832 dan meninggal di Leipizig 31 Agustus 1920. Beliau dikenal sebagai seorang sosiolog, filsuf dan ahli hukum. Beliau mendapatkan pendidikan di Heidelberg, Tubingen dan Berlin.
Wundt mengemukakan tiga persoalan yang harus dibahas dalam psikologi yang berdiri sendiri yaitu :
1.        Analisa dari proses kesadaran kedalam elemen-elemen
2.       Penyelidikan mengenai bagaimana terjadinya hubungan-hubungan antara elemen-elemen itu
3.       Penentuan hokum-hukum yang mengatur hubungan-hubungan trsebut.

Fungsionalisme adalah aliran psikologi yang tumbuh di Amerika Serikat dan yang dipelopori oleh William James, yang sering juga disebut “Bapak Psikologi Amerika”. Minat aliran ini adalah apa yang terjadi dalam sebuah aktivitas psikologi dan apa yang menjadi tujuan dari aktivitas itu.
Aliran ini hendak mempelajari fungsi dari tingkah laku atau proses mental, jadi bukan hanya mempelajari struukturnya. Metode yang dipakai dalam arilan fungsionalisme dikenal dengan nama metode observasi tingkah laku yang terdiri dari dua, yaitu metode fisiologi dan metode variasi kondisi.




 William James lahir tanggal 1 November 1842 di New York City, dan meninggal pada tanggal 16 Agustus 1910 di Mount Chocura, New Hampshire, Amerika Serikat. Pada 1861 ia masuk Universitas Harvard, ia mempelajari ilmu kimia, anatomi perbandingan, biologi dan faal.
Bersama-sama dengan John Dewey, James mendirikan aliran fungsionalisme dan bersamaan dengan itu James jugamerupakan pendukung aliran evolusionisme.
Teori emosi yang dikemukan opleh James  adalah sebuah teori yang menjelaskan hubungan atara perubahan fisiologis dengan keadaan emosional.
Diantara sumbangannya kepada psikologi, teori James tentang kesadaran dan konsep diri (self). James membedakan dua aspek yang berbeda tapi tidak terpisahkan yaitu “aku” (I) dan “aku sosial” (social me). “aku” adalah diri sebagai yang mengetahui sesuatu, “aku social” adalah diri sebagai sesuatu yang diketahui secara material, social maupun spiritual.

Sumber : 

Sarwono, Sarlito W. (2008) Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh psikologi. Jakarta. PT BULAN BINTANG




Tidak ada komentar:

Posting Komentar